ACEH TENGAH – Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Dataran Tinggi Gayo kian mengkhawatirkan.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur tanpa henti dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan Kabupaten Aceh Tengah kini berada dalam status lumpuh total.
Akses menuju dan keluar dari wilayah tersebut dilaporkan terputus sepenuhnya akibat serangkaian tanah longsor dan jembatan yang ambruk.
Laporan langsung mengenai kondisi kritis ini disampaikan oleh Amru Hidayat, S.T.P., mahasiswa Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), yang tengah memantau perkembangan situasi di lapangan.
Dalam keterangannya, Amru menegaskan bahwa eskalasi bencana kali ini telah mencapai titik krusial.
“Kondisi Aceh Tengah saat ini benar-benar lumpuh dan terisolir. Hujan deras yang disertai tanah longsor masif telah memutus akses jalan utama dan meruntuhkan jembatan vital. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk atau keluar,” ujar Amru, Sabtu, 29 November 2025.
Terisolasi wilayah ini membawa dampak domino yang serius bagi kelangsungan hidup warga.
Menurut Amru, stok kebutuhan pokok (sembako) di pasar-pasar lokal mulai menipis drastis karena terhentinya pasokan dari luar daerah.
Tak hanya pangan, krisis energi juga mulai membayangi.
“Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah sangat langka. Kondisi ini diperparah dengan putusnya jaringan komunikasi. Masyarakat kesulitan mengabarkan kondisi terkini atau meminta bantuan darurat karena sinyal telekomunikasi mati total di banyak titik,” tambahnya.
Kondisi ini memaksa masyarakat bertahan dengan sumber daya seadanya di tengah ketidakpastian kapan akses jalan dapat kembali dibuka oleh alat berat.
Berdasarkan himpunan data terkini dan laporan lapangan, situasi banjir di Provinsi Aceh menunjukkan penyebaran yang meluas dengan Aceh Tengah sebagai zona merah isolasi. Berikut adalah pembaruan (update) kondisi dan titik terparah:
* Kabupaten Aceh Tengah (Status: Lumpuh Total/Terisolir)
* Kondisi: Menjadi titik terparah akibat kombinasi banjir bandang dan tanah longsor.
* Dampak: Akses jalan nasional putus total, jembatan penghubung antar-kecamatan runtuh.
* Kebutuhan Mendesak: Alat berat untuk pembukaan jalan, suplai logistik via udara, dan pemulihan jaringan telekomunikasi.
* Kabupaten Bener Meriah
* Kondisi: Sebagai wilayah tetangga, beberapa akses menuju perbatasan Aceh Tengah juga tertutup material longsor, menghambat jalur evakuasi dan distribusi bantuan.
* Wilayah Pesisir Timur (Aceh Utara & Aceh Timur)
* Kondisi: Meskipun fokus utama saat ini adalah isolasi di dataran tinggi, wilayah hilir seperti Lhoksukon dan sekitarnya tetap waspada terhadap banjir kiriman akibat tingginya debit air dari hulu (pegunungan tengah).
Amru Hidayat menyerukan kepada Pemerintah Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk segera menetapkan langkah taktis luar biasa.
Mengingat jalur darat yang lumpuh, opsi distribusi logistik melalui jalur udara (helikopter) menjadi satu-satunya solusi cepat untuk mencegah kelaparan dan krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
“Kita tidak bisa menunggu hujan reda untuk bertindak. Masyarakat di Aceh Tengah butuh kepastian logistik dan pemulihan komunikasi segera,” pungkas Amru.
