Forum Alumni Sejarah Kebudaayaan Aceh Berharap Agar PKA 2023 Benar- benar Berbudaya Aceh
Banda Aceh, SIPNEWS.ID – Zulfahmi Amt, S.Hum ketua alumni Forum Alumni Sejarah Kebudayaan Islam (FASKI) UIN Ar-Raniry berharap penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang ke-VIII berjalan dengan baik dan terencana secara matang serta tidak menghilangkan ruh kebudayaan Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Faski Zulfahmi mengingatkan penyelenggaraan PKA sebagai ajang sosialisasi kebudayaan daerah daerah yang ada di Aceh.
“Jangan sampai pekan kebudayaan Aceh menjadi pasar rakyat atau tidak tergambar/ memiliki nilai kebudayaan Aceh ” ungkap Zulfahmi.
Selain itu substansi PKA juga harus diperhatikan secara serius dengan melibatkan pakar di bidang Kebudayaan dan Praktisi kebudayaan.
Tentunya kalau kita merujuk undang-undang pemajuan kebudayaan ada yang menjadi tolok ukur kebudayaan suatu daerah. Maka PKA ke-VIII tahun 2023 nantinya juga harus memperhatikan itu.
Zulfahmi juga menambahkan bahwa budaya yang ditampilkan harus mencerminkan miniaturnya Aceh. Mulai dari makanan, seni, pakaian, saprasnya serta kajian seminar maupun workshop harus dalam rangka penguatan dan pemajuan kebudayaan Aceh.
Zulfahmi juga berharap dalam momentum PKA tersebut para Seniman dan budayawan Aceh mendapat kesempatan yang luas untuk berkompetensi bahkan kalau perlu harus ada penghargaan khusus pada event PKA tersebut kepada para pelaku seni dan pelaku budaya agar mereka terus bersemangat dalam mengembangkan seni dan budaya Aceh.
Saat ini sangat minim sekali pelaku seni dan pelaku budaya mendapat reward di Aceh, bahkan hampir tidak ada event terkait pembinaan para seniman dan budayawan.
Selain itu Zulfahmi juga berharap kepada seluruh Alumni Sejarah Kebudayaan Islam UIN Ar-Raniry yang tersebar di seluruh kabupaten/ Kota dapat berkonstribusi dalam menyukseskan PKA ke VIII baik secara pemikiran melalui penguatan materi kebudayaan Itu sendiri.
Hal ini didasari karena telah menjadi tanggungjawab kita selaku sejarawan dan budayawan untuk meluruskan dan mengisi ruang inovasi seni dan budaya agar ruh kebudayaan Aceh tidak hilang akibat. sentuhan budaya Asing.
Karena kita tahu bahwa salah satu identitas terpenting dari bangsa Indonesia ini adalah budayanya. Jika hilang identitas budayanya maka hilanglah anak Bangsa tersebut.
“ Mari sama sama kita sukseskan PKA-ke VIII tahun 2023 karena ini adalah harga diri dan citra Aceh sebagai salah suku bangsa di Indonesia” pungkas Zulfahmi.(Red)
