Inflasi Awal Tahun 2023 Banda Aceh Tergolong Sangat Tinggi, Alamp Aksi : Bukti Bakri Siddiq Gagal
Banda Aceh, SIPNEWS.ID – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Inflasi bulanan (month to month) kota Banda Aceh mengalami kenaikan sebesar 0,61%, sehingga tingkat inflasi Tahunan (yoy) Banda Aceh pada awal tahun 2023 sudah dimulai diangka 5,58%.
“Secara grafis memang inflasi Tahunan (YoY) kota Banda Aceh dari desember 2022 ke Januari 2023 terlihat sedikit turun dari 6% ke 5,58% , namun jika diawal tahun saja angkanya sudah sedemikian rupa diatas 5% potensi inflasi Banda Aceh akan semakin mengkhawatirkan di pertengahan dan akhir tahun nantinya dikala harga barang dan jasa semakin melonjak. Tingkat inflasi diatas 5% di awal tahun itu membuktikan Bakri Siddiq gagal dalam meredam laju inflasi,”jelas ketua DPD Alamp Aksi Banda Aceh, Mahmud Padang, Jumat 3 Februari 2023.
Kendatipun, kata Mahmud, Pj Walikota Bakri Siddiq terus menerus mendapat pembelaan dari dewan Nasdem, PKS dan jaringannya. Namun fakta bahwa inflasi Banda Aceh masih jauh dadi harapan presiden merupakan hal yang tak dapat dihindari. “Presiden sudah menegaskan agar kepala daerah kendalikan inflasi agar tetap di bawah 5%, tapi kondisinya Banda Aceh di awal tahun saja sudah diatas 5,5%. Jika pengendaliannya masih seremoni dan formalitas belaka seperti yang dilakukan Bakri Siddiq maka tak menutup kemungkinan pertengahan dan akhir tahun nanti tingkat inflasi Banda Aceh diatas 7%, jika kondisi itu terjadi jelas-jelas akan sangat menyengsarakan masyarakat kecil,”bebernya.
Mahmud memaparkan, jika kita melihat data BPS, pada awal 2022 silam kondisi inflasi tahunan Banda Aceh berada di angka 2,65% dan pada akhir tahun 2022 menjadi 6%. “Bayangkan saja jika diawal tahin saja sudah diatas 5,5%, di akhir tahun bisa jadi semakin menggila seiring meningkatnya harga barang dan jasa. Namun sangat disayangkan Pj Walikota tak secara kongkret menjalankan amanah presiden dan mendagri dalam pengendalian inflasi, tetapi hanya sebatas pencitraan saat turun ke pasar seakan-akan telah bekerja keras dalam meredam inflasi, inilah yang terjadi,” bebernya.
Menurutnya, dari berbagai aspek mulai dari persoalan keuangan daerah yang terutang diakhir tahun 2022 sebesar 80 M lebih padahal sisa pada pemerintahan sebelumnya hanya 23 M. Belum lagi indikasi unsur KKN dalam pelantikan pejabat seperti pelantikan adik kandungnya sebagai dewas rs meraxa hingga sekdis, persoalan tata kelola pemerintahan, netralitas politik hingga persoalan inflasi dapat dijadikan bukti nyata bahwa Bakri Siddiq telah gagal selama menjabat sebagai Pj Walikota. “Terlepas Bakri Siddiq disebut-sebut sebagai orang dekat sekretaris menteri (sesmen) dan merupakan pejabat eselon kemendagri, namun fakta bahwa semakin memburuknya pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinannya sesuatu yang dapat dinafikan. Untuk itu kita berharap mendagri tegas dan konsisten mencopot Pj Kepala Daerah yang terbukti gagal tersebut, jika tidak ucapan mendagri akan menjadi hambar dimata rakyat,” tegasnya.(Red)
