Ketua Komisi II DPRK Meulaboh Meninjau Jembatan Darurat Penghubung Rangkileh Cot Amuen
Meulaboh.Sipnews.id – Ketua Komisi dua Mawardi Basyah merupakan salah seorang anggota DPRK Aceh Barat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) turun langsung kelapangan untuk meninjau sebuah jembatan darurat menghubungkan antara gampong Rangkileh dan (Gampong Pulo) Cot Amuen.
“Gampong Pulo” itu sendiri adalah suatu kawasan sentra penghasil pertanian dan perkebunan. Menurut penuturan geuchik Rangkileh Umar Dani luas area lahan pertanian dan perkebunan warga secara keseluruhan berkisar antara 100 hektar lebih, hal yang sama juga diperkuat oleh sumber lain berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang tokoh sepuh setempat Amin Dolai.
Razali Pulo selaku orang yang lahir dan di besarkan pernah menetap bersama keluarga dalam jangka waktu yang lama merasa sangat kecewa persoalan jembatan yang sampai detik ini belum pernah di perhatikan oleh siap pun akibatnya saat ini harus hengkang ke gampong Paya Lumpat akibat persoalan sarana penghubung dari masa ke masa tidak pernah di bangun-bangun oleh pemerintah. Dia selalu mengandalkan “jembatan bambu”.yang cepat di makan usia
Dengan nada sedikit kecewa dia sebenarnya pernah mengusulkan kepada pemerintah sebelumnya terkait pembangunan jembatan tersebut namun, ironisnya sampai saat ini pembangunan sarana penghubung belum ada tanda-tanda akan dibangun. Dalam kesempatan terpisah sejumlah petani yang sering menggunakan jasa jembatan darurat ini mengantungkan harapan penuh kepada PJ Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi segera c/q Dinas PUPR untuk dapat merealisasikan pembangunan tersebut secepatnya. Tolonglah saya dan semua petani dibangun jembatan ini sebut Darwis salah seorang pemilih lahan pertanian di Gampong Pulo. Cot Amuen
Mawardi Basyah yang juga salah seorang tokoh Samatiga dan IKASA Meulaboh merespon positif dan serius setiap masukkan dan keluhan warga. Dia berjanji akan mencoba memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga ketingkat lebih tinggi.
Walaupun bukan daerah pemilihannya, dia merasa Samatiga bahagian tak terpisahkan dalam hidupnya dan ini sebagian dari tanggung jawabnya dan dia akan kembali meneruskan informasi ini kepada pihak -pihak terkait sesegera mungkin.
Dia merasa iba bagaimana kita tingkatkan UMKM sementara fasilitas publik kurang kita perhatikan dengan nada kecewa.
Ketua Pembangunan Samatiga T. Ali melalui Sektaris Umum Forbangsa ( Forum Pembangunan Samatiga) Suandi dihubungi via WhatsApp mengatakan bahwa dia tidak henti-hentinya mendorong pemerintah daerah agar sering- sering turun ke lapangan untuk melihat langsung berbagai macam persoalan warga dan mari kita jadikan warga sebagai basis informasi pembangunan masyarakat Aceh Barat ke depan.(Muhibbul)
