Ketua MPU Aceh Barat Menjadi Penceramah Maulid di Dayah Inti Nurul Falah
Aceh Barat, SIPNEWS.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kegiatan rutin di lembaga-lembaga pendidikan, demikian juga halnya di MTsS-Dayah Inti Nurul Falah Falah Meulaboh yang dilaksanakan pada hari ini, sebagai bentuk kecintaan kepada nabi ke 25.
Dalam sambutan singkat Ketua Yayasan Teuku Chik Lila Perkasa Abu H. Bismi Hasan mengingat betapa pentingnya kita mencintai Rasulullah sebagai penunjuk jalan yang benar dalam hidup di dunia ini. Dunia ini tidak akan di ciptakan oleh Allah tanpa adanya hadirnya Rasulullah tidak akan diciptakan dunia ini.
Ka.Kankamenag Aceh Barat dalam arahan singkat diwakili oleh H.Tharmizi menyampaikan
apresiasi luar biasa kepada generasi Islam yang sedang menempuh pendidikan di dayah/madrasah Nurul Farah ini agar berakhlak, ajarannya bagus. mampu menjalankan ajaran-ajaran di sampaikan oleh Rasulullah.
Penceramah Abu H. Mahdi Kari dalam tausiah mengapresiasi Master Of Ceremony menggunakan dua bahasa Arab dan Indonesia sehingga membuat penceramah merasa bangga dan dia berharap semoga semua bahasa dikuasai dan jangan lupa juga Bahasa Aceh. sempat menyinggung tentang Raja Irak mustafir ketika itu membuat maulid begitu meriah dengan sajian menu makanan dikhawatirkan agama Islam akan lenyap dipermukaan bumi ini. Dalam perayaan maulid pertama ketika itu raja tersebut mengundang ahli agama terkenal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu seperti ulama sufi, ulama hadits, ulama fikih dan lain-lain dan anehnya tidak ada seorang dari mereka yang menolak perayaan maulid tersebut.
Dia menambahkan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah maka lembaga pendidikan harus memupuk rasa cinta kepada rasul sejak dini dengan metode-metode tertentu terlepas apakah dengan pendekatan ceramah, santunan anak yatim, Qiraatul Qur,an, zikir dan sebagainya.
Diakhir ceramahnya ketua MPU Aceh Barat sempat menyinggung dalam mengembangkan dakwah Islamiyyah Rasulullah lebih mengutamakan keluarga dekat dari pada keluarga jauh sebagai objek terpenting sebab apabila dukungan keluarga inti telah kokoh maka dengan sendirinya percikan gaung dakwah akan semakin menjanjikan. Ia pula mengingatkan sehebat apapun kita di dunia ini, jika tanpa dibekali dengan akhlak semuanya menjadi sia-sia, akhlak di atas segala-galanya pungkas.(Muhibbul Jamil)
