Mengapa Mantan Gubernur Nova Dinilai Menyebar Berita Bohong?
Banda Aceh, SIPNEWS.ID -Beberapa hari lalu ada berita pada sebuah media online yang menuding Ir. Nova Iriansyah, M.T., melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes., telah memaksa seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di Aceh untuk memasang iklan dan ucapan selamat serta mengirim papan bunga kepada jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, karena Aceh berada pada Peringkat 1 Persentase Siswa Lulus SBMPTN 2022.
Selain itu, Nova juga dituduh telah menyuguhi informasi keliru tentang jumlah kelulusan siswa Aceh melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022 lalu. Bahkan mantan Gubernur Aceh itu dianggap telah berkoar-koar untuk membanggakan Aceh ranking 1 pada SBMPTN 2022 tersebut, sehingga pernyataannya itu dinilai sebagai berita bohong. Berikut cuplikan beritanya:
“Kebusukan akhirnya terbongkar juga. Mantan Gubernur Nova Iriansyah melalui Sekda Taqwallah ternyata memaksa seluruh kepala SKPA untuk memasang iklan ucapan selamat dan papan bunga untuk Dinas Pendidikan Aceh. Kata mereka, karena Aceh berada pada Peringkat 1 Persentase Siswa Lulus SBMPTN 2022.
Melansir kompas.com tanggal 23 Juni 2022 pukul 11.23, posisi Aceh ternyata berada di urutan 8, bukan ranking 1. Karena itu, pernyataan yang menyebutkan Aceh ranking 1 jumlah siswa terbanyak diterima di PTN melalui SBMPTN dinilai sebagai berita bohong.
Berikut dikutip lengkap daftar ranking provinsi dengan jumlah kelulusan PTN melalui jalur SBMPTN yang ditayang kompas.com.
Adapun 10 provinsi asal sekolah peserta yang diterima PTN terbanyak, sebagai berikut:
1. Jawa Timur: ada 26.781 peserta yang diterima PTN dari peminat 113.193 orang.
2. Jawa Barat: ada 19.491 peserta yang diterima PTN dari peminat 122.833 orang.
3. Jawa Tengah: ada 16.222 peserta yang diterima PTN dari peminat 97.144 orang.
4. Sumatera Utara: ada 15.829 peserta yang diterima PTN dari peminat 59.234 orang.
5. DKI Jakarta: ada 9.630 peserta yang diterima PTN dari peminat 51.120 orang.
6. Sulawesi Selatan: ada 8.902 peserta yang diterima PTN dari peminat 35.107 orang.
7. Sumatera Barat: ada 8.086 peserta yang diterima PTN dari peminat 36.716 orang.
8. Aceh: ada 6.303 peserta yang diterima PTN dari peminat 17.030 orang.
9. Sumatera Selatan: ada 5.537 peserta yang diterima PTN dari peminat 23.897 orang.
10. Lampung: ada 5.534 peserta yang diterima PTN dari peminat 17.848 orang.”
Kalau saja kita bisa sedikit berhitung dari angka-angka yang disajikan oleh kompas.com itu akan dapat kita lihat bawa persentase kelulusan siswa Aceh yang lulus SBMPTN 2022 tersebut memang berada pada ranking tertinggi. Hal itu dapat terlihat dari uraian berikut.
Pada list data yang disajikan oleh kompas.com di atas itu dapat kita lihat bahwa dari jumlah siswa yang diterima bila dibandingkan dengan jumlah peserta, persentase siswa Aceh yang lulus melalui jalur SBMPTN tersebut memang jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.
Berikut adalah persentase jumlah siswa-siswa dari berbagai daerah yang lulus PTN melalui jalur SBMPTN versi kompas.com itu, yang urutannya sudah disesuaikan dengan besaran persentase masing-masing daerah bersangkutan.
1. Aceh: lulus 6.303 siswa dari 17.030 orang peserta (37,01%);
2. Lampung: lulus 5.534 siswa dari 17.848 peserta (31,00%);
3. Sumatera Utara: lulus 15.829 siswa dari 59.234 peserta (26,72%);
4. Sulawesi Selatan: lulus 8.902 siswa dari 35.107 peserta (25,35%);
5. Jawa Timur: lulus 26.781 siswa dari 113.193 peserta (23,65%);
6. Sumatera Selatan: lulus 5.537 siswa dari 23.897 peserta (23,17%);
7. Sumatera Barat: lulus 8.086 siswa dari 36.716 peserta (22,02%);
8. DKI Jakarta: lulus 9.630 siswa dari 51.120 peserta (18,83%);
9. Jawa Tengah: lulus
16.222 siswa dari 97.144 peserta (16,69%);
10. Jawa Barat: lulus 19.491 siswa dari 122.833 peserta (15,86%).
Dari sajian fakta tersebut di atas, bahkan
dengan Jawa Timur, yang dalam sajian data kompas.com itu menduduki ranking tertinggi, persentase Aceh jauh sekali lebih tinggi, yaitu mencapai 16,36% (37,01% – 23,65%).
Dari segi peminat pun Aceh lebih tinggi. Angka-angka itu menunjukkan bahwa penduduk Aceh yang berminat masuk PTN adalah 17.030 orang dari 5,33 juta penduduk, atau sebesar 0,31% dari total jumlah penduduk Aceh. Sedangkan penduduk Jawa Timur yang berminat masuk PTN hanyalah113.193 orang dari 40,67 juta penduduk, atau sebesar 0.27% dari total jumlah penduduknya.
Kalau dilihat dari jumlah penduduk, penduduk Aceh hanyalah 13,10% dari penduduk Jawa Timur (5,33 juta orang banding 40,67 juta orang). Tapi persentase peminat masuk PTN penduduk Aceh lebih tinggi 0,04% dari peminat masuk PTN penduduk Jawa Timur, yaitu 0,31% (17.030 peminat dari 5,33 juta penduduk, berbanding 0,27% (113.193 peminat dari 40,67 juta penduduk).
Dari uraian sederhana di atas itu saja sudah sangat sepatutnyalah apabila Mantan Gubernur Nova boleh ‘berkoar-koar’ untuk membanggakan prestasi yang telah dicapai oleh jajaran Dinas Pendidikan Aceh di bawah kendalinya, yang dianggap telah berhasil menorehkan prestasi cemerlang dalam pengelolaan dunia pendidikan di Aceh selama ini.
Dan di sana pun tidak ada pembohongan publik seperti yang dilangsir oleh media online itu, sebab secara persentase kelulusan siswa Aceh memang lebih tinggi dari daerah-daerah lainnya di Indonesia. Begitu pula tingkat partisipasi penduduk Aceh terhadap pendidikan tinggi juga cukup besar bila dibandingkan dengan
Provinsi Jawa Timur yang secara kuantitas–menurut data kompas.com di atas–paling tinggi lulus PTN melalui jalur SBMPTN 2022 tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Mantan Gubernur Nova justru dituduh menyampaikan berita bohong?
Kalau ditelisik lebih jauh, tampaknya masih ada persoalan-persoalan pribadi yang bermuatan sentimen negatif yang irrasional terhadapnya. Ditenggarai masih banyak pihak yang menyimpan rasa sakit hati kepadanya karena dianggap semasa berada dipuncak kekuasaan dahulu enggan berbagi.
Dan–biasanya–penguasa-penguasa yang enggan berbagi akan dibenci oleh rakyatnya. Walau pun tindakan yang dilakukannya benar, tetap akan dicari-cari kesalahan untuk menyudutkan dirinya. Sehingga, kalau perlu faktanya akan dibalik 180 derajat untuk mendiskreditkannya.
Oleh karena itu, sebaiknya hal-hal seperti itu dapat dipetik sebagai pelajaran bagi para penguasa lainnya, apabila sedang berada pada puncak kekuasaan dapat lebih bermurah hati kepada rakyat jelata, terutama kepada kaum duafa yang dhaif dan miskin lahir batin. Berbagilah kepada mereka. Jangan nikmati sendiri rezekimu. Anggaplah itu semua sebagai sedekah yang akan dibalas oleh Allah SWT 700 kali lipat, sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261.
اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [ral]
