*Keumala, Sipnews.id – Pemerintah Gampong Pulo Baro, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai komitmen bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting di tingkat gampong. Kegiatan yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2027 ini dilaksanakan di Meunasah Gampong Pulo Baro, Selasa (13/10/2026).
Keuchik Gampong Pulo Baro, Hasbi, dalam sambutannya menegaskan stunting masih menjadi isu prioritas nasional yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak.
“Upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor. Mulai dari peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga, hingga pemenuhan gizi ibu hamil dan balita,” ungkap Hasbi.
Ia menyebutkan, Rembuk Stunting menjadi forum strategis yang mempertemukan Pemerintah Gampong, Pendamping Desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP-PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tuha Peut Gampong (TPG), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa Keumala, Iklil Ardabili, dalam arahannya menjelaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan gampong.
Menurutnya, hasil rembuk akan menjadi prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) dan menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2027.
“Peserta diharapkan dapat berdiskusi untuk mengidentifikasi faktor penyebab stunting, mulai dari pola asuh anak, pemenuhan gizi, kondisi lingkungan, hingga akses layanan kesehatan dasar. Hasilnya kemudian dirumuskan menjadi usulan program yang akan diintegrasikan ke dalam RKPG dan APBG 2027,” jelas Iklil.
Ia menambahkan, forum ini juga menjadi wadah untuk identifikasi permasalahan, evaluasi capaian program, serta penyusunan rencana aksi yang berfokus pada peningkatan gizi ibu hamil dan balita, pelayanan kesehatan, sanitasi, dan edukasi masyarakat.
“Diperlukan sinergisitas lintas sektor agar menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Adapun beberapa usulan prioritas yang mengemuka untuk penganggaran Tahun 2027 antara lain peningkatan pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, penyuluhan kesehatan keluarga, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta penguatan kapasitas kader kesehatan gampong.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting 2026 ini, seluruh pemangku kepentingan di Gampong Pulo Baro menyatakan komitmen untuk bersinergi mendukung pencegahan dan penanganan stunting. Hasil rembuk akan menjadi dasar penyusunan program prioritas pembangunan gampong, sehingga setiap intervensi dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*(din)*
