Banda Aceh, SIPNEWS.ID — Penasehat Relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin, SE mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera mengevaluasi dan memberhentikan Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri, menyusul dugaan tindakan kekerasan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Muhammad Reza, yang kini viral di media sosial.
Peristiwa dugaan pemukulan tersebut dikabarkan terjadi akibat perbedaan pandangan terkait menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Video dan foto yang beredar memperlihatkan korban mengalami luka, memicu kecaman publik dan sorotan luas dari berbagai pihak di Aceh.
Nasruddin menilai, tindakan kekerasan seperti itu tidak dapat ditoleransi, terutama dilakukan oleh seorang kepala daerah yang seharusnya menjadi teladan.
“Kami menyesalkan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh wakil Bupati Pidie Jaya terhadap bawahannya. Ini mencoreng nama ba lkntahan daerah dan merusak semangat pelaksanaan program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis,” ujar Nasruddin dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis (30/10).
Menurutnya, Mendagri harus segera mengambil langkah tegas berupa evaluasi menyeluruh terhadap hasan Basri dan mempertimbangkan pemberhentian sementara hingga proses hukum dan pemeriksaan selesai.
“Kementerian Dalam Negeri tidak boleh diam. Jika benar terjadi kekerasan, itu pelanggaran berat terhadap etika dan disiplin ASN maupun kepala daerah. Kami mendorong agar wakil Bupati Pidie Jaya segera dicopot dari jabatannya,” tegas Nasruddin.
PGX Aceh juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil, tanpa intervensi politik.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bertujuan meningkatkan gizi anak-anak di sekolah serta menekan angka stunting di Indonesia.
“Jangan sampai pelaksanaan program MBG di daerah ternodai oleh perilaku oknum pejabat yang tidak profesional. Ini program baik, dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta rasa kemanusiaan,” tambah Nasruddin.
PGX Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap berkoordinasi dengan lembaga hukum maupun Kemendagri untuk memastikan keadilan bagi pihak korban.(R)
