Abdya – Himpunan pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya) merupakan suatu wadah perkumpulan mahasiswa Abdya yang berada di Banda Aceh.
Ketua umum Hipelmabdya pada hari Selasa (18/4/2023) di salah satu portal media online menyatakan dukungan atas undangan Pj Bupati menghadirkan Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, dan Erick Tohir ke Aceh barat daya.
Terkait dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA) itu, Paguyuban Kecamatan Blangpidie (FORDYA), Susoh (IPMS), Jeumpa (IPELMAJA), Kuala Batee (IPPELMAKUBA) dan Manggeng (IPMM) menilai pernyataan tersebut sembrono dan sepihak yang dilakukan oleh ketua Hipelmabdya, karena mengatasnamakan mahasiswa/mahasiswi Aceh Barat Daya yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar tanpa bermusyawarah dengan Paguyuban mahasiswa Kecamatan se- Aceh Barat Daya.
Paguyuban mahasiswa kecamatan Blangpidie (FORDYA), Susoh (IPMS), Jeumpa (IPELMAJA), Kuala Batee (IPPELMAKUBA) dan Manggeng (IPMM) menilai pernyataan Ketua Hipelmabdya di salah satu portal media online tidak mewakili mahasiswa/mahasiswi Aceh Barat Daya yang berada di Banda Aceh.
“kami menyayangkan statement tersebut karena tidak adanya musyawarah dengan Paguyuban mahasiswa Kecamatan, seharusnya Ketua Umum Hipelmabdya tidak mengeluarkan pernyataan yang mengatasnamakan mahasiswa/mahasiswi Aceh Barat Daya sebelum bermusyawarah dengan Paguyuban Kecamatan se- Aceh Barat Daya, jika Ketua Umum Hipelmabdya ingin mencari muka Pada Pj Bupati Aceh Barat Daya Silahkan Melakukan dengan cara personal tidak mengatasnamakan Paguyuban apalagi Mahasiswa/Mahasiswi Aceh Barat Daya yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar”, ujar Pimpinan Paguyuban Kecamatan Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Kuala Batee dan Manggeng.
Paguyuban kecamatan juga menyayangkan tindakan Ketua Hipelmabdya yang tidak berkoordinasi dengan Paguyuban Kecamatan maupun membuat kajian-kajian yang strategis dan bermanfaat untuk mahasiswa dan Daerah, apalagi dalam rangka menyambut HUT Aceh Barat Daya yang ke- 21.
“Kami berharap Ketua Hipelmabdya tidak terus menerus mengiyakan dan menyetujui apa saja yang dilakukan oleh Pemkab Abdya dan mengatasnamakan mahasiswa/mahasiswi Abdya, seharusnya Hipelmabdya melakukan kajian dan mengevaluasi kebijakan dari Pemkab Abdya, apalagi ini mendekati tahun-tahun politik, kita tidak ingin Paguyuban Mahasiswa ini dengan mudah ditarik oleh kepentingan-kepentingan politik yang dapat merusak nama dan citra paguyuban serta mahasiswa Aceh Barat Daya”, ujar Pimpinan Paguyuban Kecamatan Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Kuala Batee dan Manggeng.







