Subulussalam – Organisasi Muda Seudang memberikan apresiasi terhadap kinerja DPRK Subulussalam yang dinilai konsisten mengawal program kebun plasma hingga tahap launching. Menurut Muda Seudang, keterlibatan legislatif menjadi kunci agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ada dua komisi yang selama ini kami lihat fokus mengawal program ini yakni Komisi A dan Komisi B. Di Komisi A ada Bang Ardhiyanto Ujung dan di Komisi B ada Bang Hasbullah. Kami sangat apresiasi kerja nyata ini,” kata Ketua Muda Seudang Naparianto.
Naparianto menilai, tanpa pengawalan dari kedua komisi tersebut, program kebun plasma rawan terhambat di tataran teknis dan administrasi. Karena itu, peran DPRK dianggap strategis dalam memastikan program berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan terhadap koperasi yang menjadi wadah petani plasma. “Kami berharap agar perjalanan ketiga koperasi ini dapat terus dikawal kedepannya, mulai dari legalitas, manajemen, hingga pemasaran hasil,” ujarnya.
Muda Seudang mendorong Pemko Subulussalam untuk memperkuat sinergi dengan DPRK dan perusahaan mitra agar target luasan kebun plasma dapat tercapai. Kolaborasi ini diyakini akan mempercepat peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar areal perkebunan.
Kami juga ucap terimakasih terhadap pemerintah kota Subulussalam, BPN Kota Subulussalam, Tim GTRA, PT.Laot Bangko, Pihak TNI Polri dan semua yang terlibat yang telah komit mewujudkan program ini.
Dengan dilakukannya launching, Muda Seudang berharap kebun plasma bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal kebangkitan ekonomi masyarakat. “Kami siap ikut mengawasi dan melaporkan jika ada hambatan di lapangan,” tutupnya.






