Sipnews.id Sabang .Pasir hitam di kawasan Sabang umumnya terbentuk dari endapan material vulkanik purba yang kaya akan mineral. Dipercaya secara turun-temurun, pasir ini sering digunakan untuk terapi panas (psammotherapy) yang memberikan beberapa khasiat kesehatan berikut:
Di antara deretan pantai berpasir putih yang memanjakan mata di Pulau Weh, terselip sebuah permata yang kontras: Pantai Anoi Itam. Terletak di sisi timur pulau, pantai ini tidak hanya menawarkan panorama tebing yang megah, tetapi juga menyimpan rahasia kesehatan di balik butiran pasirnya yang legam.
Mengapa pasir ini begitu berbeda? Pasir hitam di sini memiliki kandungan magnetik dan mineral vulkanik yang tinggi. Menurut seorang pengunjung, pasir hitam ini dipercaya memiliki khasiat luar biasa bagi tubuh serta apabila menanamkan diri seperti ada rasa berdenyut reaksinya. “Sejak dulu, warga percaya bahwa kandungan mineral dalam pasir ini mampu melancarkan peredaran darah dan membantu terapi saraf.
Meredakan Nyeri Sendi dan Otot: Kandungan mineral pada pasir dapat menyimpan panas matahari lebih lama. Saat tubuh dikubur, panas alaminya membantu melancarkan peredaran darah, merelaksasi otot yang tegang, dan meringankan keluhan seperti rematik atau pegal linu.
Detoksifikasi Alami: Efek sauna dari panas pasir memicu keluarnya keringat yang dipercaya membantu mengeluarkan sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh
Terapi Alternatif untuk Penderita Stroke: Terapi ini sering dijadikan metode pendukung. Biji besi yang terkandung pada pasir hitam mampu menghantarkan panas yang diyakini dapat membantu mengurangi rasa kaku pada anggota gerak penderita stroke.
Eksfoliasi dan Perawatan Kulit: Partikel vulkanik pada pasir hitam yang kaya akan sulfur dan magnesium bertindak sebagai scrub alami untuk mengangkat sel kulit mati dan dipercaya baik untuk kesehatan kulit.
Pantai Anoi itam ini terletak di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya dengan jarak 11 KM dari pusat kota. Para penggunjung dapat menempuh perjalanan menggunakan Sepeda Motor dan Mobil dengan estimasi waktu sekitar 20 menitan. Sepanjang perjalanan kita dapat melihat secara langsung kapal-kapal kargo yang sedang melintasi selat Malaka di sepanjang jalan menuju Pantai tersebut.
Humaira, selaku Cut Adek Kota Sabang juga rutin berkunjung ke Pantai ini dan menemani keluarganya untuk terapi pada Pantai ini. Anoi Itam bukan sekadar tempat wisata. “Anoi Itam tidak hanya sebuah Pantai yang dapat dinikmati bersama keluarga namun terdapat hal kecil dari sebuah perjuangan kecil untuk memberikan terapi pada tubuh dengan menyatu pada alam dan teduhnya suara ombak yang menyapu tipis”.
Waktu paling bagus untuk menanamkan diri adalah pagi hari atau sore hari karena tidak sangat panas. Fenomena ini terjadi karena secara geologis, pasir Anoi Itam merupakan hasil dari aktivitas vulkanik masa lampau yang kaya akan unsur hara. Hingga saat ini, setiap pagi dan sore hari, Anda dapat melihat pengunjung yang melakukan terapi pasir di sepanjang garis pantai. Dengan biaya yang gratis dan akses yang mudah, Pantai Anoi Itam membuktikan bahwa alam Sabang tidak hanya memberikan keindahan bagi mata, tetapi juga kesembuhan bagi raga.(ADV)
