Bocah di Desa Neuhuen Aceh Besar Jadi Korban Bekas Galian

Aceh Besar (SIPNEWS.ID) – Diduga salah seorang bocah tenggelam dalam kolam bekas galian di Desa (Gampong) Neuhuen, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Korban ditemukan tak bernyawa oleh orang tua di kolam bekas galian tersebut., Kamis (18/09/2024) kemarin.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, korban tenggelam di dalam kolam bekas galian yang dibiarkan setelah dilakukan aktifitas beberapa waktu lalu. Padahal, sebelumnya juga pernah terjadi hal yang sama meskipun lokasi berbeda.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi korban ditemukan meninggal dunia didalam kolam bekas galian C batu gajah dan tanah timbun di desa Neuhuen, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Bahkan, di kawasan ini kata sumber lagi kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022 kemudian 2003 di Desa tersebut namun lokasinya yang berbeda.

“Benar kemarin pada hari tanggal 18 September 2024 sekitar pukul 16.00 WIB sore telah terjadi musibah bagi warga Neuhuen Aceh Besar, dimana salah seorang anak tenggelam dalam kolam bekas galian yang dilakukan untuk pengambilan batu gajah serta tanah timbun,” kata sumber ini Kamis (19/09/2024) yang namanya minta tidak dipublis.

Dijelaskan, adapun yang menjadi korban serupa rata-rata usia 6-10 tahun, artinya anak belia yang masih asyik dengan kesibukan mainnya harus kehilangan nyawa dalam eks kolam yang diduga untuk bisnis orang tertentu.

“Sungguh miris ada kesan kolam bekas kolam bisnis pengusaha tersebut sengaja dibiarkan setelah hasilnya diambil. Kita harapkan pihak berwenang dapat mengambil langkah mengungkapkan kasus kematian bocah tersebut,” harapnya.

Menurut dia yang menjadi korban merupakan anak-anak orang susah (miskin) yang tinggal di Perumahan Ujong Batee, dan Cinta Kasih, Aceh Besar. Namun anehnya, atas kejadian ini pelaku usaha dan prangkat desa setempat seolah-olah tutup mata.

Masyarakat setempat minta kepada penegak hukum dan pemerintahan Aceh, agar menutup seluruh tambang galian C tanpa izin. Karena, selain merusak alam dan juga kerap memakan korban.

“Harapan kita kepada penegak hukum agar mengungkapkan kasus ini, dan pemerintah Aceh juga tidak membiarkanku ada pertambangan galian seperti ini beroperasi tanpa izin resmi semuanya harus segera ditutup,” pintanya.

Sementara ibu Diana, dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa anaknya telah menjadi korban tenggelam dalam kolam bekas galian yang ditinggal oleh pihak pengusaha. (Redaksi).

Pos terkait