Meureudu,Sipnews.Bupati Kabupaten Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S.Sos., M.E., Meresmikan Sumur bantuan lembaga kemanusiaan Kitabisa.
Peresmian tersebut berlangsung khidmat yang dipusatkan di Gampong Blang, Kecamatan Meurah Dua, Senin (11/5/2026). Acara ini disaksikan langsung oleh Tiar Karbala selaku Asisten Khusus Presiden RI, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, serta Pendiri sekaligus Pimpinan Utama lembaga Kitabisa, Muhammad Alfatih Timur (Mas Timi). Turut hadir Kejari, unsur Polri dan TNI dan Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Perumahan Rakyat Aceh, tokoh masyarakat, aparatur gampong, relawan dan rekan media.
Dalam upaya mendesak mengatasi krisis akses air bersih pascabencana alam akhir tahun lalu, Pemerintah Pusat bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Kitabisa secara resmi meluncurkan fasilitas pengeboran air dalam di tiga titik strategis di Kabupaten Pidie Jaya. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dan kekuatan persaudaraan bangsa Indonesia bagi warga yang sedang berjuang bangkit.
Tiga lokasi utama yang menerima manfaat program Penjaga Air ini meliputi Gampong Blang dan Gampong Meunasah Mancang di Kecamatan Meurah Dua, serta Gampong Beurawang di Kecamatan Meureudu. Ketiga wilayah ini tercatat sebagai daerah yang paling parah terdampak gangguan akses air bersih serta kerusakan sarana umum pasca terjadinya bencana alam.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas perhatian langsung Pemerintah Pusat dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemulihan akses air bersih merupakan syarat mutlak untuk memulihkan derajat kesehatan dan ketahanan sosial warga di wilayahnya.
“Kehadiran sumur bor ini adalah anugerah bagi kami. Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bukti nyata bahwa Negara dan sesama bangsa hadir memeluk warga Pidie Jaya yang sedang berjuang,” tegas Bupati Sibral di hadapan ribuan warga yang hadir.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tantangan pemulihan masih sangat berat. Masih terdapat persoalan serius berupa pendangkalan aliran sungai, kerusakan jalan penghubung, hingga fasilitas PDAM yang rusak parah dan belum berfungsi. Oleh sebab itu, dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat tetap menjadi harapan utama demi keselamatan warga.
Sementara itu, Mas Timi selaku perwakilan Kitabisa menjelaskan bahwa pembangunan ini sepenuhnya bersumber dari dana gotong royong warga Indonesia melalui laman penggalangan dana. Bantuan ini disalurkan guna membangun akses air yang mandiri dan berkelanjutan bagi sekitar 1.200 Kepala Keluarga di wilayah sasaran.(din/li)







