Departemen Biologi FMIPA Raih Juara 2 Kategori Inovasi Kemitraan QS 200 di USK Awards ke-64

FMIPA Raih Juara 2 pada QS 200 di USK Awards ke-64. Foto: Sipnews.id

Sipnews.id|BANDA ACEH — Gemerlap malam Anugerah USK Awards ke-64 tak hanya jadi ajang selebrasi, tapi juga momentum untuk menegaskan siapa yang benar-benar berinovasi di dunia pendidikan tinggi.

Tahun ini, Departemen Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menorehkan tinta emas dengan meraih Juara 2 Kategori “Inovasi Kemitraan Institusi Pendidikan QS 200 Berdampak Terbaik” — sebuah penghargaan bergengsi yang menandai kiprah mereka di kancah kolaborasi internasional.

Bacaan Lainnya

Bagi sebagian orang, penghargaan ini mungkin sekadar simbol prestasi. Tapi bagi keluarga besar FMIPA, terutama Departemen Biologi, ini adalah bentuk nyata dari perjalanan panjang membangun jejaring akademik lintas batas — mulai dari riset bersama universitas papan atas dunia hingga proyek inovasi yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya kemenangan akademik, tapi juga refleksi dari semangat transformasi pendidikan tinggi di era globalisasi.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata dari semangat kolaborasi dan inovasi di lingkungan USK. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Prof. Marwan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Departemen Biologi FMIPA-USK memang menjadi salah satu poros inovasi di kampus.

Mereka aktif menjalin kemitraan strategis dengan universitas yang masuk daftar QS World University Rankings 200, sebuah indikator bergengsi yang menandakan pengakuan global terhadap mutu kolaborasi dan riset mereka.

Kemitraan ini tak hanya berhenti di tataran akademik, tapi juga melahirkan proyek riset bioteknologi, konservasi sumber daya alam, serta pengembangan sains lingkungan yang aplikatif — langsung menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Aceh dan Indonesia.

Dekan FMIPA, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, menyebut pencapaian ini sebagai “buah dari kerja kolektif” antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang terus berlari di jalur inovasi.

“Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi FMIPA, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh civitas akademika untuk terus menciptakan inovasi yang bermanfaat di berbagai bidang,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Lenni Fitri, S.Si., M.P, Departemen Biologi terus memperkuat riset kolaboratif dengan pendekatan lintas disiplin — dari bioteknologi hingga ekologi tropis, dari pengembangan mikrobia lokal hingga pemanfaatan data genomik untuk pelestarian biodiversitas Aceh.

Prof. Lenni menyebut penghargaan ini sebagai “bahan bakar baru” untuk terus berinovasi.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, memperluas jejaring global, dan menghadirkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

USK sendiri melalui FMIPA tengah bertransformasi menuju universitas berdaya saing global. Tak hanya mengandalkan prestasi akademik, tapi juga menonjolkan kolaborasi internasional dan relevansi riset terhadap kebutuhan industri serta masyarakat.

Departemen Biologi menjadi contoh konkret dari visi itu — bagaimana sebuah program studi bisa bertransformasi dari ruang kelas menjadi pusat inovasi yang hidup, adaptif, dan berdampak.

Melalui kemitraan QS 200, Departemen Biologi FMIPA-USK kini sejajar dengan universitas ternama dunia dalam membangun ekosistem penelitian terbuka dan berkelanjutan.

Dan yang paling menarik, semua itu berakar dari Aceh — tanah yang kini tak hanya dikenal karena sejarah dan budayanya, tapi juga karena kiprah akademisinya di panggung global.

Sebuah pencapaian yang bukan hanya membanggakan kampus, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi, berjejaring, dan membawa sains Indonesia ke level dunia.

Pos terkait