Menurutnya, pertanian modern bukan lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan sektor strategis yang membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas.
Hal itu disampaikan Murthalamuddin saat membuka Olimpiade Pertanian yang diselenggarakan oleh IPB University di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dan guru pendamping dari SMA dan SMK di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, serta menghadirkan akademisi dan pakar pertanian sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya masih bergantung pada sektor pertanian.
Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka wawasan peserta didik sekaligus menumbuhkan minat untuk berkarier maupun berwirausaha di bidang pertanian.
“Jangan menganggap pertanian hanya identik dengan cangkul. Saat ini dunia pertanian berkembang sangat pesat dan penuh inovasi. Di sektor inilah terbuka banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para siswa agar memanfaatkan kesempatan bertemu langsung dengan para akademisi dan pakar sebagai sarana memperluas wawasan.
Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari para ahli dapat mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian yang kini berkembang berbasis riset, teknologi, dan inovasi.
Murthalamuddin mengatakan Dinas Pendidikan Aceh terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga, dan mitra strategis dari dalam maupun luar daerah.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan edukatif yang menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Aceh.
“Kami membuka diri kepada siapa pun yang ingin berkontribusi, berbagi pengalaman, dan membangun pendidikan Aceh bersama. Tidak ada pihak yang merasa paling sempurna. Kita harus terus belajar dari berbagai pihak,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam membimbing peserta didik di tengah derasnya arus informasi, terutama melalui media sosial. Guru, kata dia, harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pemahaman yang benar, logis, dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Guru yang baik adalah guru yang mampu menyampaikan materi secara benar dan logis sehingga anak-anak memperoleh informasi yang tepat, bukan informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Murthalamuddin turut mengajak para pelajar untuk lebih mencintai produk pertanian lokal. Menurutnya, mengonsumsi hasil pertanian dalam negeri merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Ia berharap Olimpiade Pertanian tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi muda Aceh yang inovatif, berjiwa wirausaha, dan siap mengembangkan potensi pertanian sebagai salah satu kekuatan utama pembangunan ekonomi daerah.[R]







