Green Z Indonesia Resmi Dilantik: Gerakan Pemuda Bertani dan Menjaga Alam di Era Digital

Green Z Indonesia resmi dilantik di Jakarta. Foto: IST

SIPNEWS.ID, Jakarta — Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan kelestarian lingkungan, sekelompok anak muda dari berbagai latar belakang akademik dan sosial menyalakan kembali semangat hijau Nusantara.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, organisasi Green Z Indonesia resmi dilantik di Gedung Menara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Pelantikan ini menandai lahirnya gerakan baru yang digerakkan oleh generasi muda dengan visi besar: membangun kemandirian pangan dan menjaga keseimbangan ekosistem berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi sosial.

Green Z Indonesia merupakan badan otonom Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) yang tergabung dalam keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Organisasi ini diketuai oleh Ahmad Syarief Amrullah, S.H., yang dikenal publik sebagai peraih Medali Perunggu dalam ajang Abang None Jakarta Timur 2025.

Dalam pidatonya, Ahmad Syarief atau akrab disapa Bang Arief, menegaskan bahwa Green Z bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan sosial-ekologis yang menyalakan kembali jiwa agraris dan maritim bangsa Indonesia.

“Acara pelantikan ini adalah wujud komitmen entitas kepemudaan dalam membangun semangat gerakan pertanian, riset, dan konservasi alam. Sebagai calon pemimpin masa depan, kita harus mampu membangun sinergi antara komunitas masyarakat dan pemerintah untuk menjaga ekosistem sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pertanian sebagai bentuk kemandirian pangan,” ujar Ahmad Syarief dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bang Arief menyoroti bahwa di era digital ini, anak muda justru perlu kembali ke akar identitas bangsa—yakni pertanian, laut, dan alam.

“Kita hidup di negeri kepulauan yang kaya sumber daya alam hayati dan pariwisata. Sudah seharusnya generasi muda terlibat aktif dalam sektor pertanian modern dan konservasi lingkungan agar Indonesia menjadi negara yang makmur dan berdaulat,” tegasnya.

Selain fokus pada pertanian dan peternakan, Green Z Indonesia juga akan bergerak di bidang konservasi lingkungan, eksplorasi, serta riset terapan berbasis akademik dan teknologi pertanian modern.

Bang Arief menambahkan bahwa Green Z akan menjadi wadah riset pemuda lintas disiplin—mulai dari teknik, hukum, agribisnis, hingga ekologi—yang berorientasi pada inovasi dan kemandirian pangan nasional.

Acara pelantikan diawali dengan pidato pengarahan Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan PB STII No. 013.09 Tahun 2025 dan pengucapan sumpah kepengurusan Green Z Indonesia periode 2025–2030.

Prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum PB STII, Dr. Ade Salamun.

Green Z Indonesia menegaskan lima pilar utama gerakannya:

1. Peningkatan kapasitas generasi muda di sektor pertanian dan agromaritim.

2. Penguatan riset dan inovasi konservasi lingkungan berbasis teknologi.

3. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal.

4. Pengembangan pasar hasil pertanian dan produk hijau ke tingkat nasional dan global.

5. Kampanye literasi ekologi dan pangan berkelanjutan di kalangan pemuda.

Dengan pelantikan ini, Green Z Indonesia meneguhkan diri sebagai jembatan antara idealisme dan realitas lapangan, membawa pesan bahwa cinta tanah air tak hanya diucapkan, tapi juga ditanam dan dirawat.

Sebagaimana semangat Sumpah Pemuda, Green Z hadir sebagai pengingat bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika generasi muda berdaulat atas alam, pangan, dan masa depan bangsanya.

Pos terkait