Pimpinan Jarkam Alihkan Dukungan ke Mualem-Dek Fad 02, Kritik Bustami Pasca Debat Pilgub

Banda Aceh, SIPNEWS.ID Dinamika politik Aceh memanas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Ilham Rizky Maulana, Pimpinan Jaringan Kampus (Jarkam), secara terbuka mengalihkan dukungannya ke pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 02, H. Muzakir Manaf dan H. Fadhlullah (Mualem-Dek Fad).

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis, 21 November 2024, Ilham mengungkapkan bahwa langkah tersebut dilatarbelakangi kekecewaannya terhadap pernyataan Bustami Hamzah yang dianggap merendahkan pihak lain pasca-kericuhan debat ketiga Pilgub Aceh di Hotel The Pade.

Video pernyataan tersebut, yang tersebar di media sosial, menuai kritik dari berbagai pihak.

“Pernyataan Bustami yang terkesan merendahkan orang lain sangat mengecewakan. Itu tidak mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang layak dihormati,” kata Ilham, yang juga mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry.

Ilham juga menyoroti kurangnya representasi kultur masyarakat Aceh dalam kepemimpinan Paslon Bustami-Fadhil.

Selain itu, ia mengaku selama menjadi bagian dari relawan, berbagai upaya untuk membangun komunikasi dengan pasangan tersebut tidak mendapat tanggapan.

“Paslon nomor urut satu tidak hanya gagal menunjukkan representasi kultur Aceh, tetapi juga sulit diajak berkomunikasi. Ini alasan utama kami menarik dukungan dan mengalihkan ke Mualem-Dek Fad,” jelas Ilham.

Langkah ini memberikan keuntungan politik bagi pasangan Mualem-Dek Fad yang tengah memperkuat basis dukungan mereka.

Ilham menegaskan bahwa keputusan mendukung pasangan nomor urut dua ini didasarkan pada keyakinan bahwa mereka lebih memahami kebutuhan masyarakat Aceh.

“Kami melihat H. Muzakir Manaf dan H. Fadhlullah sebagai pemimpin yang lebih dekat dengan aspirasi rakyat dan memiliki visi yang mampu membawa perubahan signifikan,” ujar Ilham.

Keputusan ini menjadi pukulan bagi Bustami Hamzah yang sebelumnya mengandalkan Jarkam sebagai salah satu jaringan relawan strategis.

Dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, pergeseran dukungan ini menunjukkan bahwa konstelasi politik Aceh terus bergerak dinamis, mencerminkan kompleksitas perebutan suara di akar rumput.

Pos terkait