Prof Yusni Sabi : Pemerintah Aceh Gagal Lakukan Komunikasi Harmonis

Gambar Gravatar
example banner

Prof Yusni Sabi : Pemerintah Aceh Gagal Lakukan Komunikasi Harmonis

Duit lebih masyarakatnya miskin, berarti ada pribadi yang salah.!.

Bacaan Lainnya

Banda Aceh, SIPNEWS.ID – Janji-janji politiknya tidak jalan, manakala seorang pemimpin tidak mampu mensejahterakan masyarakatnya. Ada pribadi yang salah dalam mengelola keuangan, ada regulasi yang menyimpang sehingga uang lebih akan tetapi rakyat miskin. Kata Prof. Yusni Sabi dalam sebuah pertemuan di Banda Aceh.

Prof. Yusni Sabi menambahkan, jangan pernah takut memberi kritikan pada mereka. Mereka ada karena kita, jika perhatian sudah bukan untuk kita, jangan harap kita terurus. Masyarakat tidak akan terus, manakala mereka hanya memperkaya diri. Pungkas Yusni Sabi.

Sementara Prof. Ilyas (Mantan Kadis Pendidikan Aceh) juga ikut memberi kritikan, sangat buruk perencanaannya sampai akhir tahun 2021 ada pekerjaan yang belum dilelang. Perencanaan tidak dikerjakan, yang dikerjakan tidak direncanakan. Kata Prof Ilyas.

Ketua Aceh Bersatu Ayah Pulo terlihat emosi karena menurutnya, sudah semua persoalan kita lapor tapi tidak diproses. Kita selalu berharap ada perbaikan, ya harapan tinggal harapan. Kata Ayah Pulo.

Beberapa wartawan juga memberi kritik yang tajam, bagaimana mungkin Pemerintah Aceh memaksakan Silpa mendekati 0%. Sementara kita tahu begitu banyak mata anggaran batal dilaksanakan, memaksakan sesuatu yang tidak mungkin tentu akan melanggar regulasi yang ada. Ucap beberapa wartawan.

Pada sesi lain Dr. Amri berharap, para wartawan harus bisa baca laporan audit BPK-RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Lakukan komunikasi yang baik, dengan lembaga ini. Saran Dr. Amri.

Sekelompok masyarakat yang sempat diwawancarai reporter berharap, kalaupun Pemerintah Aceh masih gagal dalam melakukan komunikasi politik yang harmonis, jangan cepat tersinggung jika diberi masukan. Kita akui setiap manusia ada kelebihan, ada nilai plus. Tapi janganlah karena kita lebih, malah jadi congkak.

Kebetulan situasinya begini, apapun kesalahan yang kita buat terang benderang di depan mata. Tapi Allah masih lindungi kita semua, masih diberi kesenpatan untuk kita berbuat. Kami apresiasi Pemerintah Aceh aman dari jeratan hukum, ini permainan cantik, kami suka. Ungkap beberapa masyarajat Banda Aceh, 17 Desember 2021. (M).

Pos terkait