Teuku Wariza Aris Munandar Ketua Umum PW SEMMI Aceh yang sah

Kritik Tajam terhadap Kecurangan dalam Musyawarah Wilayah SEMMI Aceh

Banda Aceh – Musyawarah Wilayah (Muswil) III Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Provinsi Aceh pada Sabtu, 27 April 2024, disertai oleh serangkaian kecurangan yang mencoreng integritas dan legitimasi proses demokratis. Berikut adalah penegasan keras kami terkait kecurangan yang terjadi:

Bacaan Lainnya

1. Penolakan Pengunduran Diri: Kami menegaskan bahwa Teuku Wariza Aris Munandar tidak mengundurkan diri dari Muswil. Sebaliknya, tindakan untuk menghentikan forum adalah protes terhadap ketidaknetralan dan manipulasi yang terjadi dalam acara tersebut.

2. Walk Out Bukan Tindakan Pribadi: Tindakan menghentikan forum bukanlah keputusan pribadi dari Teuku Wariza Aris Munandar, melainkan sebagai bentuk protes terhadap kecurangan yang terlihat jelas dilakukan oleh panitia pelaksana Muswil.

3. Kecurangan yang terjadi: Pendaftaran cabang-cabang setelah batas waktu yang ditentukan, dan pengisian berkas-berkas setelah penutupan waktu perpanjangan, adalah contoh nyata dari manipulasi prosedur yang merugikan prinsip demokrasi dan transparansi. Hal ini terjadi pada beberapa cabang seperti Simeulue, dan Aceh Tamiang, dll.

Dan panitia pun melanjutkan forum tanpa sepengetahuan dari kami dan Steering Committee (SC), yang merupakan bukti jelas dari ketidaknetralan dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan acara ini. Hal ini mencerminkan sikap yang tidak adil dan menunjukkan ketidaksiapan untuk menghadapi kebenaran. Langkah seperti ini merusak integritas proses Muswil dan menuntut peninjauan yang cermat serta tindakan tegas untuk memastikan keadilan sejati.

4. Ketidaknetralan Panitia: Keterlibatan Muhammad Iqbal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SEMMI Aceh, tanpa sikap netral yang seharusnya, menimbulkan keraguan akan integritas proses Muswil.

“Rieza Alqusri, Tim Pemenangan Teuku Wariza Aris Munandar menegaskan Bahwa proses Aris Munandar sebagai ketua SEMMI mencidrai amanat konstitusi SEMMI, dengan alasan tidak melibatkan SC yang menjadi pelaksana Muswil. Karena Kami Bukan walk out, forum belum di buka oleh SC. Malah mereka buka forum sendiri. Jadi kecurangan itu sangat jeles terjadi dan itu sangat memalukan, karena panitia pelaksana muswil “Get su nibak buet” yaitu hanya bagus berbicara tapi berbuat tidak. Ucapnya secara tegas”

Dan seharusnya panitia pelaksana muswil juga menjadi contoh teladan dalam integritas, bukan hanya dalam retorika belaka. Jadi, janganlah berlaku tidak fair, karena dalam pertarungan ini, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan integritas. Jika memang kita ditakdirkan sebagai pemenang, mari kita jadikan kemenangan itu sebagai bentuk komitmen kita untuk membawa perubahan yang positif bagi SEMMI Aceh.

Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menegakkan prinsip demokrasi dan transparansi dalam organisasi. Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran demi kemajuan SEMMI Provinsi Aceh.

Pos terkait