BUPATI TR KEUMANGAN BUKA TEMU KARYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN NAGAN RAY

Banda Aceh, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyelenggarakan kegiatan temu karya sinkronisasi Implementasi Rencana Pembangunan Jangka menengah (RPJM) bekerja sama dengan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Nagan Raya TR Keumangan dilaksanakan di Gedung program Megister Manajemen Universitas Syiah Kuala Darussalam pada Sabtu (28/2).

Kegiatan yang bertujuan untuk melakukan sosialisasi RPJM dan sinkronisasi program dan kegiatan guna mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Nagan Raya, melibatkan para akademisi USK, instansi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan unsur Pemerintah Aceh. Dalam kegiatan itu yang dibuka oleh Bupati TRK juga turut mengundang narasumber yang terdiri dari Prof. Rustam Efendi selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si selaku kepala Bappeda Aceh, Siddiqi Abdul Rahman, SE selaku Kepala Bappeda Nagan Raya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya menyampaikan bahwa kegiatan temu karya ini adalah ikhtiar untuk memperkuat strategi dan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan peningkatan produktivitas sumber daya ekonomi potensial di Kabupaten Nagan Raya. Dia menambahkan program pembangunan di Nagan Raya idealnya akan spesifik dan sistimatis dengan kegiatan temu karya sinkronisasi ini.

Bupati TRK menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kita akan terus meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembangunan, optimalisasi sumber daya yang berbarengan dengan perbaikan akuntabilitas dan transparansi pembangunan. “Saya memberikan apresiasi kepada Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala dengan dukungan dan kerjasama ini. Ini adalah komitmen kami yang ingin terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terutama perguruan tinggi,” ungkap TRK.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif USK yang juga Staf Khusus Bupati Nagan Raya, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, S.E., MS., dalam penyampaian pandangan, menegaskan pentingnya penyelarasan program dan kegiatan pembangunan lintas perangkat daerah, agar RPJM Nagan Raya benar-benar dapat terimplementasi dengan optimal, bukan hanya sekadar dokumen perencanaan yang statis.

“Sinkronisasi ini memastikan RPJM Nagan Raya diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur, holistik, integratif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan harapan Bupati Nagan Raya yang menginginkan setiap perangkat dapat bergerak pada garis yang sama: produktivitas ekonomi naik, layanan publik membaik, dan pembangunan berkelanjutan berjalan nyata,” ujar Prof. Mukhlis. Di akhir penyampaian pandangannya, Prof Mukhlis mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Nagan Raya, terutama Bupati dan seluruh SKPK dalam bekerjasama dengan Pusat Riset Kita Kreatif.

Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si juga turut memberikan sambutan dan materi pada kegiatan temu karya itu. Kepala Bappeda Aceh menyampaikan urgensi sinkronisasi program pembangunan dengan RPJM pada berbagai tingkatan dan unit kerja pemerintahan. “Kita berharap agar Pemerintahan Nagan Raya mampu menjalankan RPJM secara optimal dan terus bersinerji dengan Pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya,” ungkap Zulkifli.

Kegiatan ini telah menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, yang memaparkan urgensi sinkronisasi RPJM dalam memastikan konsistensi antara visi kepala daerah, prioritas pembangunan, serta kemampuan fiskal daerah. “RPJM yang baik harus sinkron—antara prioritas, program, indikator, dan kapasitas pendanaan. Tanpa sinkronisasi, program akan berjalan parsial, tumpang tindih, dan dampaknya tidak optimal. Karena itu, forum ini penting untuk merapikan logika pembangunan dari hulu ke hilir,” jelas Prof. Rustam.

Dia juga menegaskan, selain sinkronisasi program dan kegiatan, isu kemandirian fiskal juga peting untuk diperhatikan. Ditengah kebijakan efesiensi anggaran, Pemerintah Nagan Raya dituntut mampu untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru seperti pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, SE, menegaskan bahwa forum sinkronisasi ini dirancang sebagai ruang dialog substantif antara unsur Pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan strategis lainnya. Selain paparan urgensi sinkronisasi RPJM, agenda juga mencakup: penyampaian visi–misi kepala daerah dan arah pembangunan berbasis RPJM, termasuk infrastruktur dan RTRW serta solusi kemandirian keuangan daerah.

Temu Karya ini mengundang berbagai unsur perangkat daerah dari Pemerintah Nagan raya, antara lain staf ahli bupati, Kepala BKPSDM, Kepala BPKD, Kepala Bappeda, serta dinas-dinas terkait sektor pangan, pertanian–peternakan, perhubungan, komunikasi-informatika, tenaga kerja, pariwisata, perumahan–permukiman, kesbangpol, hingga sekretariat DPRK.

 

 

 

Pos terkait