Marza H. Munthe, S.Pd., M.Pd
Sipnews.id Takengon Legenda Putri Pukes adalah cerita rakyat dari dataran Tanah Gayo, Aceh. Cerita ini mengisahkan seorang putri yang menikah dengan seorang pangerangeran yang jauh dan diiinkan meyusul suami nya dengan syarat tidak boleh menoleh kebelakang ,krn rindu,ia melanggar pesan tersebut dan tubuhnya berubah menjadi batu
Suatu hari di dataran tanah Gayo, hiduplah seorang putri raja yang bernama Putri Pukes. Sang putri menyukai seorang pangeran dari kerajaan lain. Pada awalnya, kedua orang tuanya tidak merestui. Namun, karena kegigihan Putri Pukes akhirnya kedua orang tuanya pun setuju dan menikahkan mereka.
Setelah menikah
Setelah menikah, Putri Pukes pun menyusul suaminya. Ia berpamitan dengan kedua orang tuanya. Orang tuanya merasa sangat sedih tetapi tetap mengizinkannya pergi dan memberikan pesan agar tidak menoleh ke belakang.
Putri Pukes pun berangkat bersama dengan para pengawal. Karena terus mengingat orang tuanya, itu menoleh ke belakang. Tak disangka, petir menyambar dan hujan yang sangat lebat. Putri Pukes bersama pengawalnya bersembunyi di dalam gua.
Di dalam gua, Putri Pukes berdiri di sudut untuk menghangatkan dirinya. Perlahan-lahan tubuh sang putri mengeras. Putri Pukes terkejut dan menangis melihat tubuhnya berubah menjadi batu. Sang putri sangat menyesal tidak menuruti perkataan orang tuanya yang melarang dirinya menoleh ke belakang.
Setelah hujan reda, para pengawal berniat mengajak sang putri untuk kembali melanjutkan perjalanan. Namun, karena Putri Pukes tidak menjawab akhirnya para pengawal pun menghampirinya. Betapa terkejut mereka melihat tubuh Putri Pukes berubah menjadi batu.
Sementara itu, karena hujan yang sangat lebat, terbentuklah danau di kawasan tersebut yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Danau Laut Tawar.
Pesan moral: Hal yang dapat dipetik dari cerita legenda putri pukes dan danau laut tawar adalah patuhilah pesan orang tua karena semua itu demi kebaikan diri sendiri.
Di balik keindahan Danau Laut Tawar, tersimpan sebuah kisah legenda yang telah lama hidup di tengah masyarakat Tanah Gayo, yaitu cerita tentang Putri Pukes. Legenda ini tidak hanya menjadi cerita rakyat, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
wisata yang mempesona
Legenda ini mengandung pesan moral yang kuat tentang pentingnya menaati nasihat orang tua serta konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan. Cerita ini sering diceritakan kembali dalam berbagai kesempatan, terutama cerita di lingkungan keluarga yang disampaikan oleh seorang ibu kepada anak-anaknya sebagai bentuk nasehat dan menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi-generasi muda.
Selain nilai moral, legenda Putri Pukes juga menambah daya tarik wisata di kawasan Danau Laut Tawar. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mengenal cerita yang melekat pada tempat tersebut. Hal ini menjadikan legenda sebagai bagian penting dalam memperkaya pengalaman wisata. Selain menawarkan lanskap Putri Pukes yang berada di dalam Loyang (Gua) di tepi Danau Laut Tawar, di kawasan tersebut juga terdapat berbagai macam olahan kuliner khas dataran tinggi Gayo dan juga menjual berbagai jenis aksesoris dan oleh-oleh dari Kabupaten Aceh Tengah.
Pandangan Duta Wisata Aceh Tengah, Win Marza H. Munthe
Duta Wisata Aceh Tengah, Win Marza H. Munthe melihat legenda Putri Pukes sebagai warisan tak ternilai. “Legenda Putri Pukes adalah cerminan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh leluhur kita. Melalui kisah ini, kita belajar tentang ketaatan, kesabaran, dan konsekuensi dari setiap tindakan yang kita kerjakan.”
Legenda Putri Pukes membuktikan bahwa cerita rakyat memiliki kekuatan untuk bertahan dalam waktu yang panjang. Ia hidup dalam ingatan masyarakat, menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini, serta memperkaya identitas budaya Tanah Gayo.




