Literasi Digital Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh

Gambar Gravatar

Literasi Digital Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh

Minggu, 31 Oktober 2021, Jam 13.30 WIB

Bacaan Lainnya

Meulaboh, SIPNEWS.ID РDalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi,  Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.

Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema besar DAKWAH AGAMA DI DUNIA MAYA, yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

  1. Khairul Azhar, S.Ag.,M.Si Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat memaparkan media yang mempercepat penyebaran dan aktifitas dakwah antara lain media TV, Film, media cetak, Sosial Media, lagu, lukisan dan ceramah. Mengapa dakwah di media sosial, karena kaum milenial tidak lepas dari gadget, objek digitalisasi, masih kurangnya komunitas yang memprakasai konten dakwah yang positif. Beberapa penyebab konflik keagamaan yaitu kurangnya toleransi, masih rendahnya pengetahuan agama, tidak mampu menahan diri dan sebagainya. Tugas bagi pendakwah antara lain tidak memberikan berita hoax, menjalankan aturan agama, adat budaya dan hukum, perbanyak situs web dan media dakwah. Safrida, S.Sos., M.A.P Dosen Ilmu Sosial Universitas Teuku Umar menambahkan untuk berhati hati dengan berita hoax yang berdampak perpecahan bangsa, kebencian, tidak percaya dengan realita dan sebagainya, dimana media yang banyak penyebaran hoax adalah dari media sosial. Jenis berita hoax tertinggi yang sering diterima adalah tentang politik, SARA dan Kesehatan.

Winarsih, M.Pd Pengajar dan Social Activation membahas keamanan  digital di media sosial. Jenis kejahatan dan ancaman di media sosial antara lain hacking, fraud, fake profile dan lain sebagainya. Untuk menghindarinya, gunakan fitur keamanan yang tersedia di setiap platform aplikasi media sosial, jangan sembarangan memposting data pribadi dan data penting, jangan klik sembarangan, fliter pertemanan, baca syarat dan ketentuan dan waspada dengan wifi publik. Sementara Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd Pimpinan Fullday Daarul Quran menjelaskan pentingnya digital skill dalam masa pandemi covid 19, dimana 5 softskill yang harus dimiliki di era digital yaitu motivasi, komunikasi, pengendalian emosi, berpikir kreatif dan inovatif serta integritas. Sedangkan skill yang paling dicari dalam era digital antara lain Copy Writer, Social Media Marketing, Web Development, UX Design, Google Analytics, Public Speaking dan lain sebagainya. Azmy Zen, Presenter dan MC menjadi Key Opinion Leader yang memaparkan bahwa berdakwah di media sosial harus menarik dalam menyampaikan syiar agamanya karena kaum milenial lebih tertarik dengan dakwah yang disisipi oleh kreatifitas para pendakwah, juga untuk setiap pendakwah harus meningkatkan skill dan pemahaman tentang literasi digital agar tujuan berdakwah dapat tersampaikan ke masyarakat yang hidupnya berdampingan dengan dunia digital.(Red)

 

Pos terkait