Rekonsiliasi dan Upaya Bersama Mewujudkan Kota Sabang Bebas Kasus Stunting

Gambar Gravatar
example banner

Rekonsiliasi dan Upaya Bersama Mewujudkan Kota Sabang Bebas Kasus Stunting

Sabang, SIPNEWS.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Provinsi Aceh saat ini telah mengemban amanah melalui Perpres nomor 72 tahun 2021 dan terus bekerja secara ekstra guna untuk mencapai amanah tersebut begitupun Kegiatan Rekonsiliasi Stunting di 23 Kabupaten/Kota telah dilaksanakan dan terakhir di Kota Sabang yang pelaksanaannya di Aula Bappeda, Senin 29 Agustus 2022.

Bacaan Lainnya

Selain Kegiatan Rekonsiliasi Stunting BKKBN juga menggelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting Bagi Kader yang dilaksanakan di Anoi Itam Resort Sabang dengan menyertakan seluruh kader KB Se-kota Sabang.

Kepala BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd dihadapan Wakil Walikota Sabang Drs. Suradji Junus, Kepala Dinas Kesehatan dan KB serta mitra kerja lainnya pada kegiatan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Kabupaten/Kota di Aula Bappeda kota Sabang mengapresiasi Pemerintah Kota Sabang yang pro aktif dalam pelaksanaan Program.

Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting, hal ini tentu ditandai dengan Kehadiran Bapak Wakil Walikota sebagai wujud nyata Komitmen Pemerintah Kota Sabang.

pemerintah Kota Sabang telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting pada angka 23,8 persen, semoga dapat tercapai pada angka 14 persen pada tahun 2024 sesuai target Nasional dan jika dengan angka yang relatif rendah tersebut dapat terus diturunkan kemungkinan Sabang dapat dijadikan pilot project dalam percepatan penurunan stunting di provinsi Aceh.

Untuk mencapai hal tersebut tentunya strategi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting RAN-PASTI dengan menyediakan data keluarga beresiko stunting, Pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon Pasangan Usia Subur (PUS), surveilans keluarga beresiko stunting, dan audit kasus stunting dapat dipastikan berjalan dengan baik.

Wakil Walikota Sabang Drs. Suradji Junus dalam arahannya menjelaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras semua pihak seperti halnya Bappeda, Dinas Kesehatan dan KB, Dinas Sosial, PMG, PP, dan PA, Tim TPPS Kota Sabang.

Kami optimis jika kerja sama semua fihak terus di tingkatkan prevalensi stunting dapat kita tekan sehingga upaya mewujudkan Generasi emas tahun 2045 Kota Sabang maju terbebas dari Stunting.

Pada Momentum tersebut juga diserahkan Piagam Penghargaan Tanda Jasa Satya Lancana Karya Satya (SLKS) X Tahun bagi Penyuluh Keluarga Berencana Kota Sabang atas pengabdian diri mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 10 tahun. (Rilis Humas BKKBN)

Pos terkait