Subulussalam — Sejumlah tokoh pemuda dari Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil menggelar diskusi publik terkait usulan pembentukan daerah pemilihan (dapil) baru, Jumat malam (29/5/2026). Diskusi tersebut difasilitasi oleh Subulussalam Politik melalui siaran langsung TikTok dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
Kegiatan bertema “Usulan Pembentukan Dapil Baru Kota Subulussalam dan Kabupaten Singkil” itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa, yakni Reza Fahlevi selaku Sekretaris AMPG Subulussalam, Anhar Berutu sebagai Wakil Ketua DPW Muda Seudang Subulussalam, Sapriadi selaku Ketua HIMAPAS, serta Denni Manik yang merupakan Ketua DPW Muda Seudang Singkil.
Dalam forum tersebut, para narasumber menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pemerataan representasi politik dan keterwakilan masyarakat di parlemen.
Reza Fahlevi menyampaikan bahwa wacana pembentukan dapil baru perlu dibahas secara terbuka dan objektif dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Tujuan utamanya tentu bagaimana masyarakat bisa mendapatkan keterwakilan yang lebih maksimal dan aspirasi mereka lebih mudah tersampaikan,” ujar Reza Fahlevi.
Menurutnya, perkembangan jumlah penduduk dan kondisi geografis di beberapa wilayah menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya usulan tersebut.
“Ini bukan semata-mata persoalan politik, tetapi bagaimana sistem keterwakilan dapat berjalan lebih efektif dan merata,” tambahnya.
Sementara itu, Anhar Berutu menilai diskusi seperti ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, ikut memahami proses demokrasi dan perkembangan isu daerah.
Ia mengatakan bahwa setiap usulan terkait dapil baru tentu harus melalui kajian yang matang serta mempertimbangkan aturan dan kepentingan masyarakat secara luas.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan rasa keadilan dalam keterwakilan politik,” kata Anhar Berutu.
Ketua HIMAPAS, Sapriadi, juga menilai partisipasi publik sangat diperlukan dalam membahas isu-isu strategis daerah. Menurutnya, ruang diskusi publik dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan ide, kritik, maupun solusi terhadap perkembangan politik daerah.
Sedangkan Ketua DPW Muda Seudang Singkil, Denni Manik, berharap pembahasan mengenai dapil baru tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dari masyarakat melalui kolom komentar TikTok. Sebagian peserta mendukung adanya kajian mengenai pembentukan dapil baru, sementara lainnya berharap proses tersebut dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.





