Langsa,SIPNEWS.ID – Mantan Wali Kota Langsa dua periode, Tgk Usman Abdullah SE atau akrab disapa Toke Seu’um, mengajak masyarakat Aceh, khususnya warga Kota Langsa, untuk tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh propaganda yang beredar mengenai Partai Aceh.
Ajakan tersebut disampaikan di hadapan ratusan dan kader Partai Aceh, Komite Peralihan Aceh (KPA), dan tim pemenangan dalam acara Konsolidasi DPW Partai Aceh Kota Langsa, Sabtu malam (7/9/2024).
Acara ini digelar di salah satu posko pemenangan pasangan calon Maimul Mahdi dan Nurzahri (MURNI) di BTN Alue Beurawe, Langsa Kota.
Dalam pidatonya yang penuh semangat, Toke Seu’um menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebersamaan, seraya mengingatkan warga untuk tidak terpecah-belah oleh segelintir oknum yang mencoba mencoreng perjuangan Partai Aceh.
“Aceh memiliki kekhususan yang spesial dan harus kita jaga bersama untuk mewujudkan kesejahteraan. Semangat ini ada dalam ideologi Partai Aceh, jangan sampai kita termakan isu yang merusak persatuan kita,” ujarnya tegas.
Mantan anggota DPR Aceh periode 2009-2012 itu juga mengajak masyarakat untuk mengingat kembali kejayaan Aceh di masa lalu, ketika Kesultanan Aceh Darussalam menjadi salah satu kekuatan yang disegani di dunia.
Ia menyebutkan bagaimana sosok Laksamana Malahayati, seorang pahlawan perempuan yang berhasil memenggal kepala Jenderal Portugis dalam pertempuran laut, menjadi simbol kekuatan dan keberanian rakyat Aceh.
“Aceh itu kuat jika bersatu, dan akan hancur ketika diadu domba, seperti yang pernah terjadi saat keruntuhan kerajaan akibat perpecahan antara ulama dan umara,” tambahnya.
Salah satu pernyataan Toke Seu’um yang menyentuh hati adalah: “Geutanyou bangsa Aceh, beu ta thei droe dan beu ta tusoe dro, bek sampoe jeut keu bangsa lamit yang dijajah dan diboh atoe lei bangsa laen.” (Kita adalah bangsa Aceh, kita harus menjaga dan mengenali diri sendiri, jangan sampai menjadi bangsa yang dijajah oleh bangsa lain).
Kalimat tersebut, menurutnya, memiliki daya magis yang mampu mempersatukan rakyat Aceh untuk terus memperjuangkan keadilan di segala bidang: politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan agama.
Lebih lanjut, Toke Seu’um menyoroti betapa pentingnya peran Partai Aceh dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, termasuk program jaminan kesehatan gratis yang kini menjadi acuan nasional.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Aceh tidak terlepas dari kerja keras Partai Aceh, meskipun hingga kini partai tersebut belum mampu meraih mayoritas penuh di parlemen.
“Dalam 18 tahun, Partai Aceh baru menguasai 48% kursi di parlemen. Kita masih butuh dukungan lebih besar untuk benar-benar membawa perubahan,” tuturnya.
Menjelang Pilkada 27 November 2024 mendatang, Toke Seu’um meminta seluruh warga Aceh untuk mendukung penuh pasangan calon gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fad) serta memenangkan pasangan MURNI untuk Kota Langsa.
Ia menegaskan bahwa Aceh membutuhkan pemimpin yang berani dan memiliki jiwa petarung.
“Lihat saja bagaimana pengelolaan minyak dan gas kita masih tak sesuai MoU Helsinki, karena pemimpin kita bukan dari Partai Aceh. Ini yang harus kita perbaiki,” serunya.
Di akhir orasinya, Toke Seu’um menaruh harapan besar kepada warga Langsa untuk mendukung MURNI dan memastikan Kota Langsa terus maju dengan pembangunan yang bersyariat.
“Mari kita menangkan MURNI untuk Langsa yang lebih sejahtera dan berkeadilan!” katanya, disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.



