Ahan dkk sering Demo, Milih Magang di DPR-RI Ternyata Ini Tujuanya

Gambar Gravatar

Jakarta, Sipnews.id. Ahan seorang mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Jakarta, terbiasa ikut demo di gedung DPR-RI Jakarta. Penasaran, mengajukan diri untuk diperbolehkan magang di rumah rakyat.

Ahan penasaran, sering mengatakatakan DPR cuma tidur, kerja lambat dan lain sebagainya sat demo. Sehingga memilih mengikuti program Kampus Merdeka, “Magang di Rumah Rakyat” yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal DPR RI sejak akhir September 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Ahan yang nama lengkapnya Taufiqurrahman kini tersadar, setelah menjalani masa magang. Ahan, telah yakin dan punya perspektif yang lebih lengkap dan seimbang tentang kerja DPR. “Banyak sih teman teman yang meledek saya karena magang di sini. Mereka bilang, 2019 aksi di luar, 2021 masuk ke dalam.

Tapi saya merasa program magang seperti ini sangat baik dan bisa jadi sarana sosialisasi tentang kerja DPR yang sama sekali tidak mudah,” katanya bersama Alfi Mutiara (rekan magang) 23 Desember 202, kepada awak media.

Ahan dan Alfi 2 orang mahasisawa dari 200 peserta berbagai kampus yang terseleksi, mengaku tertarik terjun ke dunia politik.

Selain mereka, Nadia Tiarasari, mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan di FISIP Undip. “Karena saat magang di sini, kami merasa benar-benar diwadahi aspirasinya,” katanya yang ingin menmperjuangan kesetaraan gender bila terjun ke politik.

“Kalau di DPR sendiri, selama empat bulan ini saya merasa DPR ini ruang bekerja yang setara untuk perempuan. Semua pekerjaan dapat di lakukan oleh semua orang tergantung kompetensinya. Tidak ada istilah pekerjaan lelaki atau pekerjaan perempuan. Menurut saya, ini kondisi yang sehat untuk siapa pun bisa berkembang,” katanya.

“Tudingan bahwa anggota DPR itu kerjanya tidur saja di sidang, tidak mau memperjuangkan rakyat dan sebagainya yang kerap kami dengar sebelumnya, ternyata sama sekali tak terbukti.

Setelah belasan jam mengikuti rapat yang melelahkan, sebenarnya sangat wajar apabila ada anggota DPR yang kelelahan dan tertidur di ruang sidang.

Tapi itu sama sekali bukan berarti seluruh anggota dewan kerjanya hanya tidur saja di ruang sidang. Framing seperti itu saya yakin akan bisa diluruskan karena adanya program ini,” kata Hadijah Alfiah, peserta dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.

Kendati begitu, Hadijah mengaku belum terpikir untuk terjun ke dunia politik selepas kuliah seperti banyak peserta magang lainnya. “Belum terpikir ke sana. Karena bahkan setelah ikut magang ini pun, politik itu rasanya masih sesuatu yang asing buat saya,” Ungkap Hadijah di Jakarta, akhir Desember 2021. (R).

 

Pos terkait