Banda Aceh,,Sipnews.id Pelabuhan memiliki peran yang sangat vital bagi sebuah negara kepulauan seperti Indonesia. Sejauh ini, transportasi penyeberangan dinilai masih sangat efektif untuk menyatukan dan menggerakkan perekonomian negara Indonesia yang memiliki 17.000 pulau. Maka, transportasi laut harus dikembangkan dengan baik dan benar untuk menunjang pertumbuhan perekonomian.
Peran ini lah yang telah dilakoni oleh Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Sejak masa kerajaan Aceh Darussalam, masa penjajahan Belanda dan Jepang, hingga era kemerdekaan.
Pada masa lalu, pelabuhan yang berada di ujung Pulau Sumatera ini memainkan peran strategis sebagai titik pemberangkatan armada dagang ke luar negeri. Karena itu, Pelabuhan Ulee Lheue yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh ini menjadi salah satu target utama yang harus direbut ketika Belanda maupun Jepang melancarkan perang terhadap Aceh.
Kini, Pelabuhan Ulee Lheue yang memiliki sejarah panjang ini terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh, serta wisatawan dari luar Aceh yang ingin berwisata ke Sabang.
Siapa ang tidak kenal dengan tempat yang dinamai ulee lheu,orang pasti teringan dengan Dermaga pelabuhan sabang dan sesuatu yang terlinntas dipikiran keindahan laut nya dan pemandangan nya,apa lagi sambil menikmati sunset sambil meratap kelaut yang biru, mungkin sudah biasa. Banyak orang datang ke dermaga atau pinggir pantai hanya untuk melihat matahari perlahan tenggelam. Tapi suasananya terasa berbeda ketika momen itu dinikmati dari atas kapal.
Ada sensasi yang tidak sama. Angin laut terasa lebih dekat, suara ombak lebih jelas, dan pemandangan terbuka tanpa batas. Perlahan, langit berubah warna menjadi jingga keemasan, sementara kapal bergerak mengikuti arah laut, menciptakan pengalaman yang lebih hidup.
Kawasan Ulee Lheu sendiri dikenal sebagai salah satu titik strategis di Banda Aceh. Selain menjadi pelabuhan utama menuju Sabang, area ini juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, terutama menjelang sore hari. Saat matahari mulai turun, suasana di sekitar berubah menjadi lebih tenang dan hangat.
Berbeda dengan menikmati sunset dari daratan, berada di atas kapal memberikan sudut pandang yang lebih luas. Pergerakan kapal di atas laut menciptakan sensasi tersendiri, seolah mengikuti perjalanan matahari menuju garis cakrawala. Cahaya senja yang memantul di permukaan air menambah kesan tenang dalam satu waktu.
Di sekitar perairan, aktivitas nelayan juga menjadi bagian dari pemandangan. Beberapa kapal terlihat kembali ke daratan setelah melaut, menghadirkan gambaran kehidupan pesisir yang masih berjalan seperti biasa. Hal ini menunjukkan bahwa laut bukan hanya menjadi latar keindahan, tetapi juga ruang aktivitas yang penting bagi masyarakat setempat.
Suasana tersebut memiliki kesamaan dengan tradisi maritim di Aceh, seperti pukat dayung di Aceh Barat Daya, di mana laut menjadi pusat kehidupan dan kebersamaan. Meskipun dalam konteks yang berbeda, interaksi antara manusia dan laut tetap terasa kuat, bahkan dalam momen sederhana seperti menikmati sunset dari atas kapal.
Ulee Lheu sendiri memiliki nilai historis dan sosial yang cukup penting. Selain itu
sebagai jalur transportasi, kawasan ini juga menjadi bagian dari perkembangan kota Banda Aceh pasca tsunami. Kini, Ulee Lheu berkembang sebagai ruang publik yang menggabungkan aktivitas ekonomi, transportasi, dan wisata dalam satu lokasi
Dari sisi pengalaman, menikmati sunset di atas kapal tidak memerlukan persiapan khusus. Pengunjung hanya perlu memilih waktu yang tepat, biasanya menjelang sore hingga matahari benar-benar terbenam. Meski demikian, menjaga keamanan dan mengikuti aturan selama berada di kapal tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Untuk menikmati sunset di atas kapal, pengunjung dapat menghubungi penyedia kapal dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu sekitar 50.000,- saja per orang.
Bagi Irhamni Malika, Duta Wisata Provinsi Aceh, pengalaman menikmati sunset di Ulee Lheu memiliki daya tarik tersendiri karena menghadirkan suasana yang sederhana namun berkesan. “Menikmati sunset dari atas kapal di Ulee Lheu memberikan perspektif yang berbeda. Tidak hanya melihat keindahan langit, tetapi juga merasakan langsung suasana laut dan aktivitas masyarakat di sekitarnya. Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa wisata yang sederhana pun bisa menjadi sangat bermakna ketika kita benar-benar menikmati momennya,” tuturnya.
Dengan perpaduan antara pemandangan senja, aktivitas laut, serta suasana yang tenang, pengalaman ini menjadi salah satu alternatif menikmati Banda Aceh dari sudut yang berbeda. Bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana santai tanpa harus jauh dari pusat kota, Ulee Lheu dapat menjadi pilihan yang layak untuk dikunjungi.(ADV )







