LITERASI DIGITAL KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH

Gambar Gravatar

LITERASI DIGITAL KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH

Senin, 18 Oktober 2021, Jam 09.00 WIB

Bacaan Lainnya

Pidie, SIPNEWS.ID – Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker oleh Gubernur Aceh Ir.H.Nova Iriansyah, M. dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar MENJAGA KEMANAN DIGITAL ANAK ANAK dipaparkan oleh para narsum yang mempunyai kompetensi dibidangnya disertai oleh seorang Key Opnion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

 

Winarsih, M.Pd Pengajar dan Social Activation membahas tentang data yang bersumber dari KPAI bahwa kasus kejahatan anak di dunia maya peringkat tertinggi adalah pornografi mulai tahun 2016 sampai 2020 dan bullying. Hal ini adalah tantangan para orang tua dimana adanya kemudahan akses internet, anak lebih pintar dari para orang tua, anak sangat rentan dengan kejahatan siber dan mereka belum terlalu paham dengan ancaman yang mengintai. Lindungi dan jaga anak anak dengan cara selalu mendampingi, cek siapa lawan bicaranya, jaga identitas anak, pahami nilai moral dan para orang tua harus meningkatkan pemahaman digital. Dilanjutkan oleh Darwin, S.AG.,M.H Ketua K2M Aliyah Kab. Pidie yang menjelaskan efek negatif teknologi digital pada anak, antara lain sulit bergaul, egois, perkembangan otak anak yang tidak seimbang, fisik turun karena banyak bermain di dunia digital dan sebagainya. Konten pornografi banyak terdapat pada komik, internet game dan lain lain. Budaya digital yang berkarakter sangat diperlukan agar generasi bangsa, terutama para siswa dan anak anak tidak terpapar sisi negatif dari dunia maya.

 

Beberapa hal  yang perlu diperhatikan dalam menggugah informasi di media sosial menurut Machfud Azhari, S.E., M.S.M Ketua Ikatan Alumni Ekonomi Pembangunan Unimal Aceh, yaitu jangan hanya membaca judul, cek sumber beritanya, bandingkan informasi dari tempat lain, jaga etika dan pilih akun yang positif. Jadilah pengguna media yang bijak dengan membangun personal branding, jadikan media sosial sebagai wadah positif dan jangan pernah menyebarkan hoax.

Jamalul Izza, Chairman of Indonesia Internet Fondation memaparkan banyaknya kegiatan fisik yang pindah ke kegiatan di dunia maya saat ini yang mendorong pola hidup lebih digital termasuk anak anak sebagai contoh adalah pembelajaran online.

Ada beberapa jenis ancaman di internet antara lain phising, cyberbulliying, konten ilegal, cyber stalking dan sebagainya. Amankan internet dengan beberapa kiat, diantaranya pasang antivirus, pasang fitur keamanan anak, jangan membuka link sembarangan, saring informasi dan lain lain. Webinar ditutup oleh Adhit, Gitaris Element Band sebagai Key Opinion Leader yang mengingatkan bahwa anak anak di era digital (Gen Alpha) lebih pintar dari pada orang tua.

Arahkan mereka ke hal positif sesuai passionnya, berikan ruang agar mereka dapat berkreasi secara positif dan jangan sampai lengah dapam pengawasan terhadap anak anak dalam beraktifitas di dunia maya.(Red)

 

Pos terkait