Tawarkan Untung Selangit, Robot Trading AutoTrade Gold Diduga Ilegal

Gambar Gravatar
example banner

Jakarta, SIPNEWS.ID – Selama setahun terakhir Penawaran investasi dengan menggunakan robot trading dengan iming-iming keuntungan selangit terus bermunculan, Salah satunya adalah AutoTrade Gold atau ATG.

Pemerhati investasi Desmond Wira memberikan ulasan mengenai ATG ini. Apakah ATG benar-benar bagus atau hanya penipuan?

Bacaan Lainnya

ATG menawarkan paket investasi USD 100-3.500 dengan target profit 0,5-3 persen per hari atau 10-15 persen per bulan. Hanya trading emas/XAUUSD di broker tertentu dan tidak ada bagi hasil.

Dalam utasnya di Twitter, Desmond menjelaskan bahwa robot trading ATG diklaim dapat meraup profit setiap bulan. Tidak satu bulan pun rugi. Dalam sebulan keuntungannya 17 persen lebih, setahun 204 persen. Statistik tradingnya menakjubkan, Win Rate 89:11 alias untung 9 kali dari 10 kali trading. Menurut Desmond, ini tidak wajar.

“Apakah ATG too good to be true? Kalau saya bilang, sangat-sangat too good to be true. Win ratenya terlalu tinggi untuk gaya trading scalping. Grafik kinerjanya mulus sekali, malah seperti grafik percepatan,” ujarnya seperti dikutip kumparan, Minggu (17/10).

“Robot trading ini TIDAK PERNAH mengalami losing streak (kerugian beruntun). Bila suatu hari rugi, besoknya profit lagi. Amazing? Atau bikin kita mengerutkan kening, benar tidak ya?” ia menambahkan.

Desmond melihat beberapa kejanggalan dalam trading yang dilakukan ATG. Pertama, robot di MetaTrader yaitu Expert Advisor (EA) mestinya bisa dijalankan di semua broker. ATG cuma bisa di Pantheratrade atau Legomarket LLC. Keduanya larinya ke server broker yang sama.

Kedua, robot trading tidak pernah kelihatan wujudnya. Nasabah menyatakan tidak pernah melihat wujud robot trading tersebut. Robot trading yang dijalankan di MetaTrader tentunya berbentuk file berekstensi mq4 atau ex4. Tetapi karena sistem PAMM, bisa jadi sudah diinstalkan.

Ketiga, ia mempertanyakan mengapa robot trading tidak digunakan sendiri oleh pembuatnya. “Kinerja ATG menakjubkan. Sebulan profit 17 persen, setahun 204 persen. Berutang di bank lalu uangnya ditradingkan pakai ATG masih profit banyak. Lalu kenapa tidak dipakai sendiri, malah repot-repot mencari nasabah receh?” tuturnya.

Ia kemudian membahas mengenai broker yang dipakai ATG, yaitu Legomarket LLC. Broker ini beralamat di offshore island, alamat yang sering dipakai broker penipu. “Offshore island tidak meregulasi forex. Kalau ada penipuan dari sini, bye bye kan saja uangnya,” ujar Desmond.

Legomarket LLC pun sudah dibanned oleh situs MQL5, komunitas pengguna MetaTrader. Legomarket LLC terbukti sudah melakukan fraud, dan diblok oleh MQL5. Fraud yang dimaksud adalah merekayasa data trading.

Berdasarkan data-data trading yang diperolehnya, Desmond menyimpulkan bahwa ATG tidak benar-benar melakukan trading. Robotnya pun belum tentu ada. “Jika benar penipuan, biasanya menggunakan skema Money Game atau Ponzi. Jadi profit untuk nasabah lama dibayarkan dari setoran nasabah baru,” paparnya.

Selain itu, ATG pada April 2021 sudah dinyatakan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.

Dalam daftar domain investasi ilegal yang diblokir Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan pada September 2021 pun terdapat AutoTrade Gold. (Sumber : Kumparan)

Pos terkait