LITERASI DIGITAL KABUPATEN BIREUN PROVINSI ACEH

Gambar Gravatar

LITERASI DIGITAL KABUPATEN BIREUN PROVINSI ACEH

Rabu, 13 Oktober 2021, Jam 09.00 WIB

Bacaan Lainnya

Bireun, SIPNEWS.ID – Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Aceh yaitu, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

KONTEN DIGITAL : HAK CIPTA DAN ETIKA sebagai tema besar dipaparkan oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Media sosial penuh dengan posting konten yang positif maupun negatif. Banyak sharing konten yang informatif, edukatif dan inpiratif dengan tidak mencantumkan narasumber atau pencipta karyanya sebagai hak cipta mereka, dimana hak cipta mempunyai payung hukumnya.

Dani Susetiawan Vice Chairman Sobat Cyber Indonesia menerangkan bahwa apa yang kita posting dengan atau tanpa mencantumkan nama penciptanya tetap akan ada rekam jejak digitalnya.

Dani juga menjelaskan skill yang dibutuhkan pada era digital saat ini antara lain Design Grafis, Video Editing, Digital Marketing, Data Analyitcs, UI/UX Design dan sebagainya. Tiro Sanchabakhtiar, Founder Planet Design Indonesia menambahkan agar kita harus paham dengan fitur keamanan dan pertahanan diri di dunia digital. Yang utama adalah keamanan data pribadi kita karena dengan kecanggihan teknologi maka bisa dimanfaatkan untuk pemalsuan data. Banyak kejahatan siber yang mengintip kita, jangan sampai lalai agar ke depannya tidak terjadi masalah. Sedikit contoh tips yang diberikan antara lain jangan pernah meng upload foto ktp, sertifikat vaksin, jangan pernah memajang foto bayi, putra putri Anda atau foto anda sendiri secara sembarangan.

 

Herman RN, Pegiat Literasi membahas tentang Literasi Digital yang muncul sejak ditemukan komputer  dan internet, di era revolusi industri 4.0 Literasi Digital berada dalam saku celana, kantong baju, dan di jari kita. Dalam kenyataan saat ini, masyarakat Indonesia lebih senang mencari informasi melalui internet, anak usia dini sudah belajar dengan smartphone, rentanya plagiat, pornografi, fitnah, hoax yang sudah menjamur.

Orang tua sangat berperan penting dalam menyikapi hal ini, dan orang tua harus paham dengan dunia digital agar dapat membimbing, mengarahkan dan membudayakan internet sebagai media yang positif.

H.Mukhlis, SH Direktur PT. Takabeya Perkasa Group mengajak kita menjadi untuk merubah mindset konsumtif menjadi produktif. Beberapa gejala transformasi digital yaitu toko konvensional menjadi marketplace, transportasi dan pendidikan melalui online dan lain sebagainya.

Internet bisa menjadi ladang rejeki diantaranya jika senang bermain di media sosial, bisa membangun self branding sehingga bisa menjadi influencer atau endorser. Kembangkan diri Anda dengan menyesuaikan passion, keahlian dan belajar lebih dalam tentang literasi digital.

Webinar di akhiri sharing session oleh Key Opinion Leader yang dipaparkan oleh Annisa Andarini seorang influencer dan Teacher yang memberikan penjelasan bahwa setiap orang mempunyai hak cipta dalam setiap karyanya. Apabila kita posting sebuah isu, atau infomarsi maka kita wajib mencantumkan nama pencipta dan atau narasumbernya.

Pos terkait