Aceh Besar, 9 Agustus 2026* – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program “Pemberdayaan Masyarakat Meunasah Kulam melalui Ecoprint Sutra” di Gampong Meunasah Kulam, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, pada 8–9 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk kreatif bernilai estetika sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Program tersebut digawangi dosen dari Program Studi Biologi FMIPA USK dan Program Studi Manajemen FEB USK. Tim pelaksana diketuai oleh M. Ridha Siregar, S.E., M.M., dengan anggota Ir. Essy Harnelly, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., dan Dr. Alia Rizki, S.Si., M.Sc.
Gampong Meunasah Kulam memiliki beragam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi produk kreatif. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknik _ecoprint_, yaitu metode pewarnaan dan pencetakan motif pada kain dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya.
Kain sutra dipilih sebagai media utama karena memiliki tekstur halus dan tampilan elegan. Perpaduan serat sutra dengan pola alami tumbuhan menghasilkan motif yang khas. Keunikan ini membuat setiap produk _ecoprint_ memiliki karakter berbeda dan tidak seragam.
Selain pelatihan teknik, peserta juga diajak mengenali jenis tumbuhan di lingkungan sekitar, bereksplorasi dalam menyusun komposisi motif, serta mengembangkan hasil _ecoprint_ menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Keterampilan ini diharapkan menjadi alternatif usaha kreatif berbasis potensi lokal. Produk _ecoprint_ berbahan sutra dapat dikembangkan menjadi kain dekoratif, selendang, hijab, busana, hingga aksesori. Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Geuchik Gampong Meunasah Kulam yang turut hadir menyambut baik program ini.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan menambah pendapatan warga, khususnya ibu-ibu di Gampong Meunasah Kulam,” ujarnya.
Selain bernilai ekonomi, _ecoprint_ juga memperkenalkan pendekatan produksi ramah lingkungan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber motif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi alam sekaligus memperkuat karakter produk lokal.
Melalui program ini, masyarakat Gampong Meunasah Kulam diharapkan mampu mengolah potensi alam menjadi produk bernilai tambah. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Pemberdayaan melalui _ecoprint_ sutra menjadi jembatan antara potensi alam, kreativitas, dan peluang ekonomi. Dari tumbuhan di sekitar, lahir motif unik melalui keterampilan yang dikembangkan bersama untuk menciptakan produk yang bernilai dan berkelanjutan.










